10 Destinasi Wisata yang Wajib Kamu Kunjungi Jika Mudik ke Medan

0
264
(Bello.id/Nisa)

Berencana mudik ke Medan? Ini dia #10TopDestinasiLebaran2018 di Medan yang dapat menjadi tujuan berkumpul dan bersilahturahmi bersama keluarga besar saat Lebaran.

1. Masjid Raya Al Mashun

Pertama, jangan sampai melewatkan kunjungan ke masjid unik yang terletak di jalan Sisingamangaraja XII, Medan. Arsitektur masjid menjadi daya pikat bagi para pengunjung. Nuansa Timur Tengah berpadu serasi dengan budaya India dan Spanyol membuat Masjid Raya Al Mashun yang telah berdiri sejak 100 tahun lalu ini terlihat sangat megah.

Beranjak dari pelataran masjid, tiba saatnya mempelajari budaya leluhur di Istana Maimun. Bagi orang-orang yang baru pertama kali datang, biasanya akan terpana dengan arsitektur istana cantik ini. Tak sekadar menyuguhkan ornamen Melayu, namun istana yang berdiri sejak tahun 1988 ini juga kental dengan gaya Spanyol, India dan Italia dengan sedikit sentuhan Islam yang harmonis.

2. Tjong A Fie Mansion

Apakah kamu sudah pernah mendengar kisah saudagar Tjong A Fei yang melegenda di seluruh penjuru Sumatera Utara? Jika belum, kini saatnya menjawab rasa penasaran kamu dengan singgah ke rumah peninggalannya. Tak hanya melongok kehidupan sang saudagar, wisatawan pun bisa mempelajari seluk-beluk kehidupan tempo dulu leluhurnya.

Rumah bergaya artistik nan klasik ini terkenal unik karena berpadu dengan arsitektur Tiongkok. Sehingga membuatnya populer dijadikan background untuk berfoto-foto bersama keluarga.

3. Istana Maimun

Tempat wisata di Medan berikutnya yang dapat Anda kunjungi adalah Istana Maimun. Bangunan ini kerap disebut sebagai salah satu istana paling indah yang ada di Indonesia. Keunikan utama dari arsitektur istana ini adalah kombinasi unsur Melayu, Islam, India, Spanyol, dan Italia di dalamnya.

Unsur Melayu diwakili dengan pemakaian warna kuning yang mendominasi istana ini. Sementara itu, pemakaian ornamen lampu, meja, kursi, serta pintu dorong di dalam bangunan ini merepresentasikan unsur Eropa. Tidak ketinggalan, bagian atap yang memiliki lengkungan mirip perahu terbalik merupakan desain yang kerap ditemui di kawasan Timur Tengah.

Kondisi bangunan serta peninggalan sejarah yang tersimpan di Istana Maimun juga masih terjaga dengan baik. Wisatawan pun bisa menelusuri beragam penjuru bangunan yang memiliki luas mencapai 2.772 meter dan memiliki 30 ruangan ini.

Tidak ketinggalan, ada koleksi menarik bernama Meriam Puntung yang konon merupakan jelmaan dari Putri Mambang Khayali yang cantik jelita dari Kerajaan Deli Tua.

4. Masjid Raya Medan

Masjid Raya Medan menjadi destinasi wisata wajib berikutnya yang dapat ditelusuri di Medan. Bangunan ini memiliki usia yang tak jauh berbeda dengan Tjong A Fie Mansion, pembangunannya dimulai pada tahun 1906, dan selesai pada tahun 1909. Bangunannya pun sangat khas, dengan bentuk segi delapan dan bergaya arsitektur percampuran antara Timur Tengah, Spanyol, serta India.

Pendirian Masjid Raya Medan juga menjadi salah satu bukti toleransi antar umat beragama di Medan. Konon, Tjong A Fie turut menyumbangkan dana untuk pembangunan masjid ini. Desain yang megah memang membuat pembangunan Masjid Raya Medan butuh biaya besar, total mencapai 1 juta gulden pada saat itu.

Dengan biaya yang besar tersebut, tidak heran kalau kemegahan masjid yang juga dikenal dengan nama Masjid Raya Al Mashun ini mengalahkan kemewahan istana. Apalagi, material serta perabotan di dalam masjid sengaja didatangkan dari luar negeri. Misalnya, marmer yang berasal dari Italia, kaca patri dari Tiongkok, serta lampu gantung yang diimpor dari Perancis.

5. Rahmat International Wildlife Museum & Gallery

Tempat wisata di Medan berikutnya adalah museum satwa pertama di Asia Tenggara, yakni Rahmat International Wildlife Museum & Gallery. Di tempat wisata di Medan yang satu ini, Anda dapat menyaksikan keberadaan beragam jenis satwa hasil buruan yang telah diawetkan.

Total, terdapat lebih dari 2.000 koleksi satwa yang dapat ditemukan di sini. Satwa-satwa tersebut diperoleh dari berbagai negara, baik yang berasal dari Asia, Afrika, atau Amerika. Jenis hewan yang diawetkan juga lengkap, mulai dari komodo, kambing gunung, harimau, hingga rusa.

6. Gedung London Sumatera

Gedung London Sumatera (Lonsum) bisa menjadi destinasi berikutnya. Gedung ini dibangun pada tahun 1906 bersamaan dengan kelahiran Ratu Juliana dari Belanda. Bangunan ini diirikan oleh perusahaan bernama Harrisons & Crosfield (H&C) yang berasal dari Inggris.

Gedung ini dikenal sebagai gedung yang modern pada masanya. Buktinya, Gedung yang kemudian dijual ke Pemerintah Belanda ini merupakan gedung pertama di Medan yang menggunakan lift. Keberadaan lift tersebut pun memberi kemudahan bagi para pengunjung untuk menjangkau total 5 lantai di gedung ini.

Saat ini, Gedung Lonsum masih digunakan sebagai area perkantoran. Oleh karena itu, para pengunjung yang ingin menyaksikan keunikan gedung tua ini sebaiknya memilih waktu kedatangan di akhir pekan, ketika kantor tidak beroperasi. Tak jarang, ada komunitas pencinta sejarah yang mengadakan tur berkeliling gedung tua ini.

7. Kuil Shri Mariamman

Kuil Shri Mariamman adalah pilihan tempat wisata di Medan yang wajib kamu kunjungi. Kuil ini berada di kawasan Kampung Keling yang menjadi tempat tinggal mayoritas warga keturunan India. Selain itu, kuil ini juga dikenal sebagai kuil Hindu tertua yang ada di Kota Medan.

Karena berada di lingkungan tempat tinggal mayoritas warga keturunan India, tidak heran kalau desain arsitektur kuil ini juga memiliki unsur India. Hal itu terbukti dengan keberadaan pintu gerbang yang memiliki bentuk seperti menara bertingkat. Menara seperti ini biasanya dijumpai di kuil-kuil yang ada di negara tersebut.

Tercatat, kuil ini didirikan pada tahun 1876 dan merupakan Kuil Shri Mariamman ketiga yang ada di Asia Tenggara. Selain di Medan, ada pula Kuil Shri Mariamman masing-masing di Singapura dan Penang, Malaysia. Kuil di kedua tempat itu dibangun masing-masing pada tahun 1843 dan 1883.

Sesuai dengan namanya, Kuil Shri Mariamman digunakan sebagai tempat pemujaan Dewi Shri Mariamman. Selain itu, kuil ini juga dipakai sebagai tempat untuk memuja Dewa Ganesha, Dewa Shri Vinayagar, serta Shri Murugan.

8. Balai Kota Lama

Kalau Anda suka menyaksikan bangunan tua dengan desain yang klasik, Gedung Balai Kota Lama Medan bisa menjadi destinasi berikutnya. Gedung ini memiliki desain arsitektur Eropa klasik dan dibangun pada tahun 1908.

Bangunan berwarna putih ini menjadi saksi sejarah panjang Kota Medan. Pada zaman penjajahan Belanda, gedung ini digunakan sebagai tempat pertemuan para pejabat tinggi. Sementara itu, pada masa pendudukan Jepang, sempat muncul niatan untuk menghancurkan bangunan ini.

Saat ini, Gedung Balai Kota Lama telah menjadi destinasi wisata menarik bagi para pelancong. Gedung ini tercatat sebagai bagian dari kompleks Grand Aston City Hall Medan. Para pelancong pun dapat berkunjung ke sini tanpa harus membayar tiket masuk alias gratis.

Untuk datang ke tempat wisata di Medan ini, Anda tinggal menuju ke Lapangan Merdeka. Dari situ, perjalanan bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 80 meter ke arah Jalan Bali Kota.

9. Vihara Gunung Timur

Keberadaan Vihara Gunung Timur yang merupakan tempat ibadah warga Tionghoa Medan juga bisa menjadi pilihan tempat wisata di Medan yang menarik. Vihara ini telah ada di Kota Medan sejak tahun 1960-an dengan luas mencapai 5.000 meter persegi.

Vihara Gunung Timur ini dipercaya memiliki fengshui yang bagus, sengaja dibuat menghadap ke arah Sungai Babura. Penentuan tersebut dipercaya bisa membawa bangunan ini mampu menghadirkan kemakmuran.

Tempat ini tidak hanya menjadi tempat ibadah untuk para penganut Taoisme. Di samping itu, para penganut agama Budha juga turut menggunakan bangunan ini untuk melaksanakan ibadahnya. Para wisatawan bisa datang ke tempat ini secara gratis. Namun, perlu diperhatikan agar kedatangan tersebut tidak mengganggu pengunjung vihara yang tengah beribadah.

Lokasinya juga sangat strategis, berada di Jalan Hang Tuah nomor 16, Medan. Tak jauh dari tempat ini, Anda juga dapat menyaksikan keberadaan Kuil Shri Mariamman yang berjarak sekitar 1 km. Selain itu, Masjid Raya Medan juga dapat dengan mudah dijangkau dari lokasi ini.

10. Masjid Al-Osmani

Terakhir, Anda dapat menyempatkan waktu untuk berkunjung ke Masjid Al-Osmani yang terletak di Kecamatan Medan Labuhan. Masjid yang juga kerap disebut dengan nama Masjid Labuhan ini dikenal sebagai masjid tertua yang ada di Kota Medan.

Pembangunan masjid ini dilakukan oleh Raja Deli ketujuh yakni Sultan Osman Perkasa Alam pada tahun 1854. Hanya saja, pembangunannya saat itu dilakukan memakai bahan kayu. Baru pada rentang tahun 1870 hingga 1872, bangunan masjid ini dipermanenkan oleh Raja Deli kedelapan, Sultan Mahmud Perkasa Alam.

Desain bangunan masjid ini memiliki keunikan tersendiri, merupakan perpaduan antara unsur Tiongkok, Spanyol, Melayu, India, serta Timur Tengah. Hal itu terlihat pada bagian pintu yang dilengkapi dengan ornamen khas Tiongkok. Sementara itu, ukuran pada dinding memiliki ciri khas India. Desain arsitektur bangunan terlihat menggunakan nuansa Eropa, sementara ornamennya kental dengan unsur Timur Tengah.

Tidak ketinggalan, unsur Melayu juga sangat terlihat mencolok pada bangunan masjid ini. Hal itu terlihat dari pemakaian cat warna kuning yang menjadi warna kebanggaan Suku Melayu. Warna ini merepresentasikan kemegahan serta kemuliaan yang kemudian dipadu dengan warna hijau sebagai representasi unsur keislaman.

Sumber : Kementerian Pariwisata