Ayo Ngabuburit di “Landmark” Baru Lombok

0
321

Ada yang sudah mengunjungi landmark baru Nusa Tenggara Barat (NTB), Islamic Center? Kalau belum buruan datang. Karena momennya sangat pas, yaitu Ramadan. Islamic Center adalah spot ideal untuk nguburit. Beragam event religi keren juga siap digelar di sini.

Islamic Center NTB berada Pulau Lombok. Tepatnya di Dasan Agung, Selaparang, Gomong, Selaparang, Kota Mataram, NTB. Kawasan ini dilengkapi bangunan megah Masjid Hubbul Wathan. Masjid ini cukup menyolok dengan menaranya yang menjulang tinggi, yaitu mencapai 114 meter.

Islamic Center berdiri di lahan seluas 6 hektare. Dana yang diinvestasikan mencapai Rp300 miliar. Anggaran tersebut berasal dari APBD NTB. Proyek ini adalah hasil patungan dari kabupaten/kota se-NTB. Ada juga donasi dari perkumpulan warga Tionghoa. Selain lokal, donatur asing ikut mengirim amal jariyahnya. Mereka Arab Saudi, Qatar, Kuwait, juga Yordania.

Pembangunan mega proyek Islamic Center ini membutuhkan waktu cukup panjang. Ada banyak hal teknis yang harus dipertimbangkan. Padahal, groundbreaking-nya sudah dilakukan Agustus 2010 atau 17 Ramadhan 1431 H. Waktu itu pembangunan ditandai oleh gedung lembaga pendidikan.

“Islamic Center ini menjadi destinasi wisata religi di NTB. Ada beragam kegiatan religi di sini. Semua berkumpul di sini untuk mensyiarkan Islam. Pokoknya bangunan besar ini harus dimanfaatkan untuk beragam kebaikan,” ungkap Sekretaris Umum Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam NTB Zakiy Mubarok, Senin (21/5).

Zakiy menambahkan, kawasan ini menjadi pusat studi Islam di NTB. “Umat Islam di NTB bisa menggunakan beragam fasilitas di sini untuk kajian. Kawasan ini memang didesain sebagai pusat studi Islam. Kini ada beragam kegiatan bermanfaat di sepanjang bulan suci ini,” tuturnya lagi

Di Bulan Ramadan, kawasan Islamic Center ini terlihat sibuk. Beragam aktivitas keagamaan terlihat di berbagai sudut. Kemeriahan juga terlihat di Masjid Hubbul Wathan. Sebab, 3 Imam Besar dari Timur Tengah dihadirkan. “Suasananya semakin semarak karena kami hadirkan ulama besar dari Timur Tengah,” tegas Zakiy lagi.

Kuatnya gaung Islami Islamic Center, mampu menarik jamaah dari berbagai wilayah di NTB. Mereka datang untuk beribadah dan memakmurkan Masjid Hubbul Wathan.

Zakiy pun menerangkan, Islamic Center ini menjadi legitimasi status NTB sebagai Pulai Seribu Masjid. Sebab, saat ini Pulau Lombok sudah memiliki sedikitnya 9.000 masjid dari 518 desa.

“Julukan Pulau Seribu Masjid ini memang riil. Ada ribuan masjid di sini. Dan, energi itu terakumulasi di dalam bangunan Islamic Center ini. Sebab, di area super luas ini ada beragam aktivitas keagamaan juga bisnis. Pokoknya kawasan Islamic Center ini tempat ideal menunggu waktu berbuka puasa,” ujarnya.

Dalam Ramadan kali ini, Islamic Center menggelar Pesona Khasanah Ramadan 2018. Di event ini, pengunjung bisa berburu beragam buku Islam lengkap dengan diskonnya. Ada juga stand travel dan umroh. Digelar 17 Mei hingga 16 Juni, Kawasan ini selalu ramai karena menggelar pengajian dengan dai-dai kondang.

Beberapa nama besar yang mengisi pengajian di sini adalah Ustaz Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dan Ustaz Hanan Attaki. Ada juga meet and greet bersama novelis beken. Sebut saja Asma Nadia yang menulis ‘Cinta dalam 99 Nama-Mu’. Ada juga penulis novel ‘Pergi’ Tere Liye. Hadir juga Habiburrahman El Shirazy dengan karya ‘Merindu Baginda Nabi’ hingga novelis Helvy Tiana Rosa.

Keberadaan Islamic Center ini pun dipuji Menteri Pariwisata Arief Yahya.

“Keberadaan Islamic Center ini memang luar biasa. Selain jadi tempat beribadah, di sini ada beragam aktivitas positif lainnya. Sarana diskusi dan sharing menyangkut berbagai hal. Kondisi ini bagus bagi masyarakat NTB,” terang Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

Menurutnya, Kementerian Pariwisata akan mendukung Islamic Center ini sebagai destinasi religi baru di NTB.

“Islamic Center ini akan tumbuh besar sebagai destinasi wisata religi di NTB. Sebab, banyak aspek yang memang memenuhi prasyarat itu. Kami pasti akan dukung itu. Bagaimanapun, keberadaan destinasi religi ini menambah warna pariwisata NTB,” tutupnya.

Sumber : Kementerian Pariwisata