Serunya Keliling Danau Toba dengan Rumah Batak Terapung

0
96
(Foto : Kementerian Pariwisata)

Berwisata mengelilingi Danau Toba dan pulau Samosir kini semakin mudah dengan hadirnya kapal wisata Samosir. Kapal wisata yang berkonsep Rumah Batak Terapung dan mampu menampung 62 penumpang ini mulai berlayar perdana di kawasan pantai parapat pada 31 Desember 2017 lalu dengan membawa wisatawan menikmati keindahan Danau Toba.

Kapal yang resmi dilaunching oleh Bupati Samosir, Rapidin Simbolon ini memiliki 62 tempat duduk portable, dengan 2 unit toilet. Tak hanya itu, kapal ini juga memiliki soundsystem canggih, ruang meeting dengan dilengkapi LCD, genset power suply, alat navigasi GPS, pelampung, minibar dan balkon photo.

Menurut Rapidin Simbolon kapal ini nantinya akan semakin meningkatkan wisatawan mancanegara. “Ini menjadi aset kami untuk semakin meningkatkan kunjungan wisatawan ke Danau Toba. Dengan adanya kapal wisata ini, wisatawan akan semakin mudah berkeliling Danau Toba dan Pulau Samosir,” ujar Rapidin.

Menurutnya kapal ini menghabiskan biaya Rp 2,3 miliar dan dibuat dari kayu ingul, meranti, dan jior. Memiliki panjang 21,5 meter, lebar 7,5 meter, dan tinggi 9 meter.

Dinas Pariwisata Samosir mendapatkan ide kapal ini dengan mengadopsi hal yang sama dari objek wisata di China. Diharapkan, dengan adanya kapal ini bisa mempertahankan budaya, sekaligus menarik wisatawan lebih banyak lagi.

Sumatera Utara memang menjadi salah satu provinsi yang banyak menawarkan pesona wisata maupun kulinernya. Tak hanya terkenal dengan duriannya yang menggugah selera, Sumatera Utara juga terkenal akan kecantikan Danau Toba yang mempesona.

Danau yang terbentuk akibat letusan gunung itu memiliki panjang sekitar 100 km, dengan lebar 30 km dan kedalaman hingga 505 meter. Di tengah danau, kita bisa menemukan sebuah pulau vuklanik yang dikenal dengan Pulau Samosir.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik adanya Kapal Wisata dengan konsep Rumah Batak Terapung ini. Selain bentuk kapalnya yang unik menggambarkan kekhasan daerah setempat, kapal ini juga akan menjadi daya tarik wisatawan mancanegara.

“Ide ini sangat cemerlang dengan menampilkan kapal unik dengan khas budaya setempat. Ini tentu akan menarik perhatian wisatawan mancanegara. Kini tinggal bagaimana mempromosikannya,” kata Arief Yahya.

Ditambahkannya, setiap daerah memiliki kekhasan seni budaya, termasuk tempat tinggal. Masing-masing memiliki keunikan yang bisa sebagai promosi wisata. “Indonesia itu kaya akan budaya, dan ini menjadi modal kita dalam mengembangkan industri pariwisata,” tandas Menteri.

Sumber : Kementerian Pariwisata