Dari Kuliner hingga Tarian di Festival Budaya Kota Tua Buton 2017

0
411

Kabupaten Buton kembali menggelar Festival Budaya Tua Buton yang berlangsung pada 19-25 Agustus 2017. Lokasi acara dipusatkan di Takawa, Desa Dongkala, Pasarwajo.

Ada beberapa acara menarik yang disajikan dalam festival ini seperti Festival Dole-Dole, Festival Posuo (pingitan), Ritual Tandaki, Festival Pekande Kandea, dan ditutup tarian kolosal 10 ribu orang. Dalam rangkaian festival juga ada pameran Buton Expo.

Malam harinya, hiburan rakyat berupa lomba-lomba kesenian daerah dan penampilan artis ibu kota dan lokal membuat festival ini lebih semarak.

Festival Dole Dole merupakan tradisi tua berupa imunisasi alamiah masyarakat Buton yang diwariskan secara turun-temurun. Prosesi ini dilaksanakan anak di bawah lima tahun. Tahun ini, sebanyak 200 anak balita akan ikut serta dalam Festival Dole Dole.

Festival Posuo (Pingitan) merupakan tradisi pingitan bagi gadis remaja sebelum memasuki usia dewasa. Dahulu, kegiatan pingitan dilaksanakan selama 40 hari, setelah itu menjadi 7 hari dan saat ini dapat dilaksanakan hanya empat hari lamanya. Festival Posuo diikuti 200 gadis remaja.

Ritual Tandaki merupakan sunatan tradisi Buton yang diperuntukkan bagi anak laki-laki yang telah memasuki masa akil baligh sekaligus melambangkan anak laki-laki tersebut berkewajiban untuk melaksanakan segala kebaikan dan menghindari yang terlarang.

Sunatan ini sudah dilakukan ribuan tahun silam bahkan sebelum Islam masuk ke Buton. Di zaman dulu pakai bambu, tetapi kini sudah memakai tenaga medis. Dalam acara sunatan tahun ini juga akan melibatkan 200 anak.

Festival Pekande-Kandea merupakan tradisi menyambut para pejuang dari medan pertempuran. Dalam bahasa Buton, kegiatan itu sering juga disebut Bongkaana Tao. Acaranya semacam makan bersama dengan tempat makan unik bernama talang, yakni nampan berkaki.

Selain atraksi budaya, kata Wawan Ajen itu, festival Buton juga menyuguhkan kuliner yang dijamin ketagihan. Seperti ikan dole, ikan kecil-kecil dan ditumbuk dengan kelapa. Lalu ada ayam nasuwolio, bentuknya ayam goreng dengan kelapa. Belum lagi kue-kue tradisional dari bolu sampai baruasa.

Akan ada pula tarian kolosal yang diperagakan lebih dari 10 ribu orang. Empat jenis tarian akan ditampilkan yaitu Ponare, Potimbe, Bosu, dan Lumense. Lokasinya berada di panggung utama yang bisa disaksikan pengunjung dari ketinggian.

Pulau Buton merupakan tujuan wisata di Pulau Sulaesi dengan daya tariknya adalah Benteng Keraton Buton dan Hutan Lambusango yang setiap tahun mampu menjaring wisman sebanyak 800 orang per tahun, terutama asal Eropa, terlebih Inggris.

Lambosango merupakan hutan tropis sekaligus hutan adat bagi masyarakat Kabupaten Buton. hutannya masih terjahga dan menjadi paru-paru dunia. Di dalamnya ada beragam jenis pohon dan hewan, dan juga ada air terjun menakjubkan.

Sumber : Kementerian Pariwisata

LEAVE A REPLY