Peran Kuliner dalam Memajukan Pariwisata Indonesia

0
2750
Menu makan yang disajikan di RM Popeda Gamalama (Bello.id/Nisa)

Kementerian Pariwisata mendukung penuh pariwisata gastronomi Indonesia yang melihat kuliner tidak hanya sebagai makanan tetapi juga seni dan budaya.

Kerja sama antara Kementerian Pariwisata dan Akademi Gastronomi Indonesia (AGI) dilakukan melalui Kegiatan Dialog Gastronomi Nasional ke-2 dengan tema “From Food to Root-The Rise of Gastronomi Tourism”.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menjelaskan bahwa gastronomi mempunyai peran penting dalam industri pariwisata karena sebagian besar pengeluaran wisatawan untuk kuliner.

Selain itu, kuliner juga menjadi daya tarik yang kuat untuk mendatangkan wisatawan.

“Misalnya, event festival kuliner menjadi andalan Batam untuk menarik wisatawan cross-boarder dari Singapura,” kata Arief Yahya.

Lanjutnya, dalam mengembangkan potensi kuliner di Indonesia, Kemenpar harus bersinergi dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Kemenpar akan melakukan promosi, sementara Bekraf bertugas sebagai inkubator potensi kuliner.

“Kemudian, nanti kita akan pilih 3 destinasi kuliner prioritas dan 10 restoran nasional yang paling diunggulkan. Makanan akan disertifikasi sesuai standar ASEAN, dan streetfood juga akan menjadi perhatian, saat ini belum memenuhi standar dan harus segera diselesaikan,” jelas Arief Yayha, pada konferensi pers Dialog Gastronomi Nasional Ke-2 di Gedung Sapta Pesona, Rabu (29/3/2017).

Ketua AGI, Vita Datau Mesakh, mengatakan bahwa gastronomi sangat terkait erat dengan area atau tempat, identitas dan budaya. Gastronomi kini dapat dilihat melalui sudut pandang foodscape (food & landscape).

Upaya untuk menjual dan mempromosikan segala aspek makanan di sebuah destinasi membutuhkan kreativitas dalam pengembangan produk, proses dan pemasaran terutama menciptakan pengalaman bersama makanan.

Sumber : Kementerian Pariwisata