2500 Peserta Akan Ramaikan Cap Go Meh di Bogor

0
684

Bello.id – Saksikan beragam pertunjukan seni budaya etnis Tionghoa di acara Cap Go Meh (CGM) Bogor Street Festival 2017 yang diselenggarakan pada 11 Februari di Bogor, Jawa Barat.

Acara ini akan melibatkan sedikitnya 2500 peserta pawai dari berbagai komunitas dan sanggar seni, serta dihadiri puluhan ribu penonton dari Jakarta dan Bogor, daerah-daerah lain di Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Puluhan ribu orang dari berbagai kalangan tumpah ruah di sepanjang Jl.Suryakencana untuk menyaksikan CGM Bogor. Perhelatan tahunan ini mengambil tagline “CGM, Cap Go Meh-Pesta Rakyat Bogor (Bogor Street Festival) Ajang Budaya, Pemersatu Bangsa” karena pada hari tersebut, indahnya perbedaan dalam keberagaman akan tercermin secara jelas.

Acara akan diawali dengan upacara keagamaan menghormati Tuhan Yang Maha Esa, pada dewa dan leluhur, maka dimulailah prosesi arak-arakan dari Vihara menuju suatu area tertentu kemudian kembali lagi ke Vihara sebelum pukul 24.00 WIB.

Prosesi arak-arakan terdiri dari barisan pembuka jalan/pengawal berupa naga, Kie Lin dan barongsai, diikuti dengan prosesi tandu. Di sela-sela tandu, terdapat prosesi tradisi Sunda Sisingaan, kesenian Sunda Calung, Rampak Tambur, barongsai dan liong. Panjang rombongan ini biasanya mencapai 1 km diikuti oleh ribuan peserta.

CGM Street Festival bagi masyarakat Bogor bukanlah festival agama namun festival kebudayaan yang dapat dinikmati semua orang. Bogor sejak 100 tahun lalu telah merayakan Cap Go Meh dengan berbagai pertunjukkan seni dan prosesi kebudayaan yang menjadi ajang pemersatu masyarakat Bogor yang majemuk.

Festival ini di tahun-tahun sebelumnya selalu digelar untuk menyambut Tahun Baru Imlek, sejak 2-15 tidak lagi karena mulai dikhususkan untuk memeriahkan acara Cap Go Meh.

Vihara Dhanagun sendiri merupakan vihara yang terletak di Jalan Suryakencana No.1, Bogor, Jawa Barat. Vihara tersebut menempati bangunan yang merupakan cagar budaya Kota Bogor dan aset Dinas Purbakala Kota Bogor.

Menurut sejarah, bangunan ini pertama kali didirikan masyarakat Tionghoa di Kota Bogor abad ke-18 atau lebih dari 200 tahun yang lalu. Bangunan menempati lahan seluas 5.000 meter persegi.

Ada anggapan bahwa keberadaan Vihara Dhanagun memberikan rezeki kepada masyarakat setempat. Ini bisa dilihat dari lokasi di sekitar bangunan yang terus-menerus menyedot berbagai jenis usaha untuk tumbuh dan berkembang, mulai dari pasar tradisional, pasar modern, pasar malam hingga pertokoan.

Sumber : Kementerian Pariwisata