Palu Kini Jadi Kota Mutiara di Khatulistiwa

0
981

Bello.id – Melalui Festival Pesona Palu Nomoni 2016 yang diselenggarakan pada 24-26 September lalu, Palu dinobatkan sebagai kota dengan julukan “Mutiara di Khatulistiwa”.

Penobatan ini dikukuhkan lewat penandatanganan prasasti oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya, bersama Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola.

Prasasti terdiri dari bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan bahasa Kaili. Isi prasasti mengartikulasikan kata-kata sebagai berikut: “Palu Nomoni, Kita Tunjukan kepada Dunia, Kita Tunjukan kepada Indonesia, Palu Pantas Disebut Mutiara di Katulistiwa“.

“Awalnya, julukan Mutiara di Khatulistiwa itu datang dari Bung Karno, ia mengatakannya setelah berkunjung ke Palu pertama kali. Kita buktika kepada dunia bahwa Palu pantas menjadi kota yang berkilau seperti mutiara,” kata Hidayat, pada pembukaan Festival Pesona Palu Nomoni di Palu, Sabtu (24/9/2016) lalu.

Prasasti dipahat di atas batu dengan berat sekira 2 ton, panjang 1,5 meter persegi dan tinggi 1,30 cm. Prasasti ini diletakkan di tengah Anjungan Nusantara, Pantai Talise Palu, di kota yang terletak tepat pada garis khatulistiwa.

Festival Pesona Palu Nomoni sendiri berlangsung meriah dengan suguhan berbagai atraksi di sepanjang area 7,2 kilometer.

Sesuai dengan judul festival yang mengangkat harmoni musik dari Palu, festival ini diisi oleh banyak pertunjukan musik, seperti pertunjukan kolosal 520 lalove (seruling adat), 1.040 penabuh gimba (gendang) ritual adat budaya suku kaili, dan ajang marathon internasional.

Festival Pesona Palu Nomoni sebelumnya bernama “Festival Teluk Palu”. Sekarang dibubuhkan kata “Nomoni” yang artinya “berbunyi”, agar setiap orang selalu mengingat bahwa gema dari sedikit Palu maka akan menimbulkan bunyi yang harmonis.

Sumber : pesonaindonesia.travel