Tingkatkan Pariwisata, Buleleng Kembangkan Konservasi Laut

0
701
(Foto : pesonaindonesia.travel)

Bello.id – Kabupaten Buleleng yang merupakan kabupaten paling utara di Bali, yang menyuguhkan potensi keindahan bawah laut sebagai daya tarik utama pariwisatanya.

Pemerintah Kabupaten Buleleng kini tengah fokus mengembangkan pariwisata berbasis konsep konservasi laut mengingat daerah ini dibatasi oleh garis pantai sepanjang 157,25 kilometer.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Nyoman Sutrisna, mengatakan bahwa inilah makna “The Hidden Beauty of Lovina” yang merupakan tema acara Festival Lovina 2016. Ada kecantikan tersembunyi yang dimiliki Lovina baik itu di laut maupun di darat.

“Pada lautnya, bapak Bupati telah mencanangkan kegiatan konservasi laut yang fantastis mulai dari Kecamatan Gerokgak di barat sampai di Kecamatan Tejakula. Konservasi itu dibagi menjadi tiga macam yaitu sistem meja, sistem penyu dan penanaman terumbu karang yang disebut eksagung untuk Buleleng wilayah timur. Di wilayah tengah, kurang lebih sama. Sedangkan di wilayah barat paling beda, ada konsep yang kami sebut biorock, ini dilakukan oleh masyarakat,” kata Nyoman Sutrisna pada saat pembukaan Festival Lovina 2016 di Pantai Binaria Lovina, Buleleng, Bali, Sabtu (10/9/2016).

Teknologi biorock merupakan metode pemulihan terumbu karang melalui proses penambahan mineral, dengan mengalirkan arus listrik bertegangan rendah sekitar 1,2 volt pada kerangka baja yang telah dibentuk dan ditenggelamkan di dasar laut.

Menurut situs Dinas Perikanan & Kelautan Pemerintah Kabupaten Buleleng, saat ini ada lebih dari 20 proyek biorock di seluruh dunia, namun yang terbesar dan paling inovatif ada di Indonesia. Indonesia sendiri telah melakukan upaya rehabilitasi terumbu karang dengan teknologi ini sejak tahun 2000.

Nyoman Sutrisna menambahkan, pihaknya juga melakukan penebaran ikan dan pelepasan tukik, seperti yang diagendakan pada Festival Lovina 2016.

“Hari ini ikan kakap, ikan keraup dan tukik dilepas, dari donasi peserta asing juga ada 300 tukik yang dilepas. Ini dilakukan biar ada semacam kepedulian dari masyarakat. Pada sistem pelepasan tukik, tukik yang dilepas akan kembali ke tempat ini 30 tahun lagi karena mereka mengingat asal tempat. Maka dari itu, konservasi dilakukan dari masyarakat untuk masyarakat,” tambahnya.

Kabupaten Buleleng, selama ini, mungkin hanya dikenal dengan Pantai Lovina-nya. Padahal sejatinya masih banyak sekali destinasi pendukung yang tak kalah menarik. Nyoman Sutrisna, menyebutkan setidaknya ada 6 destinasi yang mewakili setiap area Buleleng, yaitu Desa Les dan Bondalem di timur, Lovina dan Gerobokan di tengah, sementara itu di barat ada Pemuteran dan Pejarakan.

Sumber : pesonaindonesia.travel