Kisah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

0
1815
Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu (Foto : Bello.id/Nisa)

Bello.id – Bung Karno diasingkan di Bengkulu selama empat tahun sejak 1938 sampai 1942 setelah sebelumnya diasingkan di Ende, Flores. Di Bengkulu, semangat perjuangan Bung Karno yang sempat surut kembali berkobar.

Kepada para pemuda Bengkulu, Bung Karno tak henti menyalakan semangat nasionalisme dan api perjuangan. Melalui suatu perkumpulan pertunjukan bernama Monte Carlo, Bung Karno sering berkumpul dengan para pemuda Bengkulu.

Cara-cara pergerakan yang dilakukan Bung Karno sangatlah mulus dan lihai. Selain Monte Carlo, Soekarno juga sering mengunjungi sekolah-sekolah khususnya sekolah nonpemerintah, seperti Taman Siswa dan Muhammadiyah. Bung Karno selalu menanamkan nilai-nilai cinta tanah air kepada anak-anak.

Bertemu Fatmawati

Di kota ini Bung Karno bertemu dengan Fatmawati yang kemudian menjadi isti ketiganya. Kala itu Bung Karno masih berstatus suami Inggit Garnasih, wanita 13 tahun lebih tua yang begitu setia dan taat kepadanya.

Setelah 20 tahun menikah, Soekarno dan Inggit kemudian berpisah lantaran Soekarno ingin memperistri Fatmawati yang masih berusia 20 tahun saat itu. Alasannya karena Soekarno ingin memiliki keturunan.

Soekarno tidak berniat menceraikan Inggit, tetapi wanita itu menolak untuk dimadu. Inggit kemudian dikembalikan kepada orang tuanya di Bandung dan Soekarno menikahi Fatmawati pada tahun 1943.

Keduanya dikaruniai lima orang anak dan berpisah setelah 12 tahun menikah. Fatmawati yang kala itu menjadi ibu negara memilih mundur dan berpisah dengan Soekarno yang kemudian menikahi Hartini, wanita yang menjadi tempat pangkuan Putra Sang Fajar menghembuskan napas terakhirnya.

LEAVE A REPLY