Nyam! Pecinta Durian Harus Coba 5 Jenis Durian Ini

0
4078
Durian Pelangi (Foto : semangatbanyuwangi.com)

Bello.id – Siapa yang tak suka dengan buah Durian? Rasanya yang manis, legit, dan kenyal membuat buah ini mempunyai barisan penggemarnya sendiri.

Nah, Durian ternyata merupakan salah satu genus tanaman buah asli Indonesia lho, dan sudah diakui dunia karena di antara 28 spesies durian yang ada di dunia, 19 spesiesnya diketahui berasal dari Kalimantan dan Sumatera. Wuih, keren kan?

Gak heran, varietas durian di Indonesia itu sangat banyak dan beragam, beberapa di antaranya malah dapat dikatakan unik.

  1. Durian merah
(Foto : planettanaman.blogspot.com)
(Foto : planettanaman.blogspot.com)

Berbeda dengan daging buah durian pada umumnya yang berwarna kuning atau putih, daging buah durian dari Banyuwangi ini berwarna merah.

Durian merah atau Duren Abang ini banyak ditanam dan dikembangbiakkan di Desa Kamiren Banyuwangi, Jawa Timur.

Meskipun dari penampilan luar kulit buah durian merah tidak berbeda dengan durian pada umunya, biji durian merah lebih kecil dan daging buahnya pun lebih tebal dan lebih manis. Kadar alkoholnya pun lebih rendah dan aroma buah lebih menyengat.

Sebenarnya, varietas buah durian merah tidak hanya tumbuh di Banyuwangi, durian merah juga ada di Kalimantan dan Papua. Namun, yang mengembangkannya dengan serius sehingga menjadi komoditas hanyalah daerah Banyuwangi.

Saat ini pemerintah Banyuwangi sudah mengelompokkan durian ini berdasarkan warna daging buahnya, yaitu Durian Merah Bocking yang seluruh dagingnya berwarna merah, Durian Merah Pelangi yang dagingnya berwarna merah dan kuning, serta Durian Grafika yang dagingnya berwarna kuning, putih dan merah.

  1. Durian Pekawai/Lai
(Foto : blhd.kalbarprov.go.id)
(Foto : blhd.kalbarprov.go.id)

Kalau kamu kurang menyukai durian dengan bau yang menyengat, kamu harus mencoba buah durian ini. Lai merupakan jenis durian yang dapat ditemui di Kalimantan terutama di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Namun dapat juga ditemui di beberapa bagian Sumatera dan Jawa.

Letak keunikan buah durian ini adalah dari aroma dan warnanya yang berbeda dengan durian pada umumnya. Aroma buah ini sangat lembut bahkan hampir tidak beraroma, atau kadang beraroma wangi mawar.

Selain itu, warna buahnya juga cenderung kuning atau jingga keemasan, sehingga sangat menarik mata.

Buah durian ini juga setelah diteliti mempunyai tingkat kolesterol dan alkohol yang rendah dibandingkan buah durian pada umumnya, sehingga membuat rasanya memang dirasa kurang manis bagi beberapa penggemar berat buah durian.

Namun, Lai juga mampu bertahan lebih lama dari buah durian pada umunya, yaitu selama 7 hari setelah masak.

  1. Durian Gundul
(Foto : bpsbtph-ntb.com)
(Foto : bpsbtph-ntb.com)

Kalau buah durian pada umumnya mempunyai kulit atau penampilan luar yang “seram” dan berduri, buah durian ini berbeda.

Rupa luarnya tidak berduri bahkan hampir menyerupai tempurung pohon kelapa dengan ukuran hanya sebesar buah Melon. Unik kan?

Walaupun penampilan luarnya tidak mirip dengan buah durian pada umumnya, durian ini mempunyai bau menyengat khas durian serta daging buah durian yang tidak kalah lezatnya dengan buah durian lainnnya.

Di alam, durian ini hanya tumbuh dengan liar di sebuah hutan lindung Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Setelah penemuan pertama kalinya pada tahun 2008, kini varietas buah durian ini dikembangkan oleh pemerintah di Taman Wisata Mekarsari, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat serta dijual kepada pengunjung dengan harga Rp40.000 per bibit.

  1. Durian Pelangi
Durian Pelangi (Foto : semangatbanyuwangi.com)
Durian Pelangi (Foto : semangatbanyuwangi.com)

Adalagi jenis varietas durian Indonesia yang unik dan kini menjadi incaran penikmat durian di dunia, yaitu durian pelangi.

Disebut begitu, karena berbeda dengan durian lainnya, warna dari daging buah ini merupakan campuran antara merah muda, merah tua, krem dan semburat hijau di beberapa titik sehingga kesan warna yang didapatkan adalah campur-campur seperti pelangi.

Berasal dari Manokwari, Papua Barat, awalnya Durian ini hasil temuan Karim Aristides, seorang peneliti tanaman asal Sumatera Selatan yang menamatkan pendidikannya di salah satu universitas di Berlin, Jerman.

Daging buah durian pelangi tebal, manis, lezat, dan bertekstur lembut agak lengket jika dirasakan di dalam mulut. Kadar alkohol pada durian pelangi juga lebih rendah dibanding pada durian jenis lainnya.

Keunggulan lainnya adalah durian ini tergolong awet di simpan setelah panen karena dapat bertahan 6-7 hari setelah panen.

Produktivitas buahnya pun tinggi karena bisa menghasilkan 500 buah setiap tahunnya. Saat ini durian ini banyak dipasarkan dan dikembangkan di daerah Banyuwangi.

  1. Durian Gajah
(Foto : iyansomnia.blogspot.com)
(Foto : iyansomnia.blogspot.com)

Tahu kan kopi luwak yang cita rasanya sudah sangat mendunia itu? Tahu juga kan proses pembuatannya? Nah, ternyata Indonesia juga mempunyai varietas buah durian yang dalam proses “memanennya” mirip dengan proses pembuatan biji kopi luwak.

Durian gajah didapatkan justru dari hasil kotoran gajah! Biasanya, gajah akan memakan durian secara utuh, lengkap dengan kulitnya.

Nah, hasil kotorannya pun juga masih berupa durian utuh, legkap dengan kulitnya namun dengan daging serta cita rasa yang lebih legit, empuk, dan enak.

Konon, cita rasa serta kualitas durian gajah ini tidak ada duanya di dunia. Harganya pun sangat mahal, bisa mencapai 4-5 juta per buah.

Varietas ini sebenarnya sudah banyak dikonsumsi oleh masyarakat Lampung sedari dulu, namun belum ada keseriusan tinggi dari pemerintah setempat atau masyarakat setempat untuk menjadikan buah ini sebagai komoditas.