Pulau Morotai Siap Dikembangkan Jadi Destinasi Dunia

0
1842
(Foto : MIchael Sjukrie/indonesia.travel)

Bello.id – Wonderful Morotai Island 2016 resmi diluncurkan pada 1 Juni 2016. Acara tersebut dijadwalkan akan berlangsung hingga Desember 2016, bersamaan dengan merapatnya yacht ke Morotai.

Saat ini, Wonderful Morotai Island 2016 tengah diupayakan sebagai acara pariwisata terbesar di Indonesia Timur dengan menghadirkan Festival Desa Pesisir berupa lomba marathon, selancar, dayung rakit, pemutaran film pendek, dan juga International de Morotai Pasific.

Selain itu, akan ada pula Festival Pulau Dododa dengan panggung hiburan rakyat, layang-layang bahari, selam, perahu dayung, perahu canga, serta konservasi laut.

Pulau Morotai di Kepulauan Halmahera, Maluku Utara sendiri rencana akan dikembangkan menjadi tujuan wisata kelas dunia seperti Dubai, Hongkong dan Singapura yang juga sukses berstatus sebagai Hub Countries.

Selain potensi bahari dan sejarah yang dimilikinya, pemerintah akan mendorong dan menjadikan Morotai sebagai Singapura-nya kawasan Timur Indonesia. Itu karena pulau ini dinilai memiliki potensi meraih pendapatan sebesar US$ 17.000 seperti Republik Kepulauan Palau di utaranya dan mampu berkembang untuk 100 tahun.

Pulau Morotai sangat strategis, berada di antara jalur pelayaran Asia dan Australia dan juga sebagai gerbang di Pasifik yang berdekatan dengan negara-negara penting di kawasan Asia Pasifik.

Pulau ini di utara diapit di antara Jepang-Korea-Taiwan-Philipina-Tiongkok. Di barat, ada Singapura dan negara-negara ASEAN. Di selatan, ada Australia-New Zealand. Sementara itu, di timur, ada Republik Kepulauan Palau serta negara-negara kepulauan di Pasifik.

PT Morotai Jababeka selaku pengembang kawasan ini tengah bekerja sama dengan Taiwan untuk mengembangkan industri pertanian, perikanan, dan perdagangan.

Jababeka akan menggelontorkan dana mencapai Rp 6,8 triliun dengan sumber pendanaan selain internal juga dari investor. Jababeka juga ikut mengundang pengusaha-pengusaha Taiwan untuk berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur pariwisata bernilai triliunan rupiah.

Kepala Perwakilan Perdagangan dan Ekonomi Taipei di Indonesia (TETO), Andrew Hsia mengatakan bahwa pihaknya akan terus menindaklanjuti kesepakatan pengembangan Pulau Morotai dengan berbagai pihak di Indonesia.

“Perusahaan-perusahaan Taiwan siap membantu mengembangkan budi daya ikan, pertanian, turisme dan industri perbankan. Saya perkirakan, orang akan pindah dari mana-mana ke Morotai untuk bekerja di bidang perikanan, eko-turisme dan infrastruktur,” terangnya.

PT Morotai Jababeka akan membangun amenitas dan atraksi di areal seluas 1.200 hektar yang sudah berstatus KEK–Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata itu. Pengembangan bisnis di kawasan tersebut akan dilakukan secara bertahap.

Tahap awal, Jababeka akan membangun 10.000 rumah dengan sasaran kelas menengah, dan hotel yang terdiri dari 10.000 kamar. Selanjutnya, perusahaan tersebut akan membangun tempat pariwisata, sekolah untuk mempersiapkan SDM di sana.

Selain wisata bahari, Pulau Morotai memiliki potensi wisata sejarah karena dahulu pernah menjadi lokasi pertempuran dalam Perang Dunia II antara Sekutu dengan Jepang. Hingga saat ini di wilayah perairan Morotai masih tersimpan sisa kapal perang seperti di Pulau Dodola, Pulau Kolorai, dan Mitita yang menjadi spot diving menarik.

Ada juga daya tarik wisata budaya di Pulau Zum Zum, Tugu Trikora dan Desa Gotalamo. Pemerintah juga akan mengembangkan desa wisata di Morotai guna menjaga tradisi dan kebudayaan luhur masyarakat setempat agar tidak tergerus dengan meningkatnya jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Morotai. Dari aspek lingkungan juga tengah diperhatikan pemerintah. Industri perkapalan yang dibangun dijamin tidak membahayakan lingkungan akibat pembuangan polutan.

Arah untuk menjadikan Morotai sebagai destinasi wisata kelas dunia sudah didukung dengan bandara sepanjang 3.000 meter. Runway di bandara Morotai jumlahnya mencapai tujuh buah dan ke depan akan ada peluasan ruang tunggu penumpan, penambahan listrik, AC, SDM dan imigrasi.

Sumber : pesona.indonesia.travel