Weekend, Ini Wisata di Bengkulu yang Bisa Kamu Jelajahi Dalam 2 Hari

0
1385
Jalan di sepanjang Pantai Panjang, Bengkulu (Foto : indonesia.travel)

Bello.id – Bosan dengan destinasi wisata yang itu-itu saja? Sudah saatnya kamu menjelajah sebuah daerah di kawasan selatan Pulau Sumatera, dimana Raflessia arnoldi atau Bunga Bangkai raksasa pertama kali ditemukan. Yuk kita eksplor Bengkulu!

Sesampainya di Bandara Fatmawati Soekarno, kamu bisa singgah ke sebuah pantai indah yang berjarak kurang lebih 11 km atau sekitar 14 menit perjalanan dari bandara, yaitu Pantai Panjang.

Jika umumnya pohon kelapa mendominasi vegetasi yang ada di kawasan pantai, tidak demikian halnya dengan Pantai Panjang. Pohon pinus dan cemara, yang umumnya terdapat di kawasan pegunungan, justru menghiasi kawasan pantai unik ini.

Selain itu, keunikan lain dari pantai ini ialah garis pantainya yang sangat panjang, yakni mencapai 7 km. Menikmati pantai sepanjang 7 km ini, kita tidak perlu khawatir bosan, lelah, lapar dan haus, karena pantai ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas antara lain restoran, cafe, pusat belanja, fasilitas olah raga, hingga penginapan.

Seakan tak ada habisnya menikmati keindahan pantai yang benar-benar panjang ini, di penghujung hari, panorama matahari terbenam yang indah pun akan memanjakan mata.

Dari wisata alam yang keindahannya se’panjang’ namanya, kamu bisa melipir sambil belajar sejarah dengan mengunjungi rumah tempat Bung Karno diasingkan dari tahun 1938 hingga 1942.

Lokasinya masih berada di dalam kawasan pusat kota, yaitu tepatnya di jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Anggut Atas, Kecamatan Gading Cempaka.

Selain dapat melihat-lihat benda-benda peninggalan Bung Karno, kamu juga dapat melihat koleksi museum dan perpustakaan di sebuah bangunan yang diberi nama ‘Persada Bung Karno’ yang akan menambah pengetahuanmu mengenai sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Masih melanjutkan wisata sejarah di Bengkulu, destinasi berikutnya ialah Rumah Fatmawati yang lokasinya hanya sekitar 600 m dari rumah pengasingan Bung Karno.

Di rumah yang berbentuk rumah panggung ini kamu dapat melihat-lihat foto-foto keluarga serta masa-masa perjuangan kemerdekaan Indonesia serta yang tidak kalah penting, mesin jahit kuno berwarna merah yang digunakan oleh Ibu Fatmawati untuk menjahit bendera pusaka yang dikibarkan di Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta pada 17 Agustus 1945.

Dari Jalan Soekarno-Hatta, kita berpindah ke arah utara, menuju Jalan Ahmad Yani, kelurahan Kampung Melayu.

Masih seputar wisata sejarah Bengkulu, kali ini ada peninggalan sejarah masa kolonialisme Inggris di Bengkulu, yaitu Monumen Thomas Parr.

Monumen yang dibangun pada 1808 oleh Pemerintah Inggris ini didirikan untuk mengenang tewasnya Thomas Parr, seorang residen Inggris yang terkenal kejam, oleh rakyat Bengkulu. Masyarakat Bengkulu lantas menyebut monumen ini sebagai Kuburan Bulek.

Jasad Thomas Parr dikuburkan di suatu lokasi tertutup di Fort Marlborough, sebuah benteng pertahanan yang dibangun oleh pemerintah Inggris, yang akan menjadi destinasi berikutnya dari paket wisata Bengkulu ini.

Tak jauh dari sana, kamu bisa beristirahat sejenak dari aktivitas ‘belajar sejarah’ sejenak dengan mampir ke Pantai Tapak Paderi.

Pada masa kolonialisme Inggris, pantai ini merupakan penunjang tranportasi laut utama di Bengkulu karena jaraknya yang hanya 100 m dari Fort Marlborough. Panoramanya yang indah lengkap dengan nikmatnya jagung bakar membuat pantai ini begitu nyaman untuk dijadikan tempat bersantai sambil melepas lelah.

Puas dengan jagung bakar, kini saatnya ke tempat bersantai berikutnya, yaitu Danau Dendam Tak Sudah. Danau yang berjarak sekitar 6 km dari pusat kota Bengkulu ini menawarkan panorama danu indah yang dikelilingi bukit-bukit dengan hutan yang lebat, serta flora endemiknya yang cantik, yaitu anggrek pensil.

Selain itu kita juga akan menjumpai lutung dan monyet ekor panjang yang bermain-main disekitar danau, seakan menghibur para pengunjung danau. Kegiatan yang dapat kamu lakukan di danau ini ialah memancing, mengelilingi danau dengan rakit atau sekadar bersantai di warung-warung di pinggir danau sambil minum es kelapa muda serta makanan khas bengkulu.

Setelah kembali berenergi untuk melanjutkan perjalanan, kamu bisa kembali sambil melakukan napak tilas sejarah kolonialisme Inggris di Bengkulu, dengan mengunjungi Fort Marlborough. Fort Marlborough mulai dibangun tahun 1713 dan selesai pada 1719 oleh East India Company (EIC) pada masa kepemimpinan Joseph Callet.

Tujuan awal dibangunnya benteng ini ialah untuk pertahanan, namun kemudian berkembang menjadi tempat perdagangan komoditi lada, pengawasan jalur perdagangan Selat Malaka, serta tempat tinggal para petinggi militer Inggris dan pegawai EIC.

Posisinya yang berada sekitar 30 meter dari bibir pantai, membuatmu tidak hanya dapat menikmati wisata sejarah dari benteng ini, tetapi juga panorama laut serta sunset yang indah di sore hari. Sunset di Fort Marlborough yang indah ini, akan menutup hari pertama perjalanan menjelajah Bengkulu.

Selesai berwisata di hari pertama. Nah, di perjalanan hari kedua, kamu bisa wisata ke kawasan dataran tinggi Bengkulu, tepatnya di Kota Curup, Kabupaten Rejang Lebong. Kota Curup berjarak sekitar 78 km dari Kota Bengkulu, atau bisa ditempuh dalam waktu 2 jam.

Berlokasi di daerah pegunungan bukit barisan dengan temperatur udara yang dingin, membuat kota kecil ini menjadi lokasi yang subur untuk berladang, yang membuat kota ini dianugerahi dengan hasil bumi yang melimpah.

Selain terkenal dengan hasil ladangnya yang melimpah, Kota Curup juga merupakan kota di mana Bunga Bangkai dikembangbiakkan. Jika beruntung, kamu bisa melihat Bunga Bangkai sedang mekar-mekarnya.

Tidak berhenti sampai melihat Bunga Bangkai, kita akan melanjutkan perjalanan ke Bukit Kaba. Di Bukit Kaba, kita harus mendaki 307 anak tangga sebelum akhirnya tersaji pemandangan bukit barisan yang begitu memikat.

Menarik bukan? Ayo ajak teman-teman dan keluargamu menjelajah Bengkulu!

LEAVE A REPLY