April, Banyuwangi Gelar 4 Festival

0
2070
(Foto : kemendagri.go.id)

Bello.id – Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 20 Januari 2016 berhasil menyabet penghargaan UNWTO Awards for Excellence and Innovation in Tourism untuk kategori Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola pada ajang 12th UNWTO Awards Forum yang digelar di Madrid, Spanyol.

Ini adalah acara penghargaan yang diselenggarakan oleh badan urusan pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwngi, MY Bramuda mengatakan salah satu rahasia kemenangan Banyuwangi meraih penghargaan di bidang pariwisata ini ialah festival-festival yang dikelola dengan baik oleh pemerintahan daerah Banyuwangi.

Salah satu gelaran festival akbar unggulan Banyuwangi  pada 2016 adalah rangkaian Banyuwangi Festival 2016 (Bfest).

Banyuwangi Festival merupakan rangkaian kalender wisata tahunan Kabupaten Banyuwangi yang menggelar festival-festival yang dihelat sepanjang tahun. Untuk tahun ini akan ada 58 festival yang digelar, mulai bulan Maret hingga akhir tahun 2016.

Ada berbagai bidang festival yang akan dihelat pada Bfest, yaitu festival bidang tradisi budaya, olahraga, kuliner, agro, fashion, musik, kreatifitas, dan lingkungan. Di bulan April ini, ada 4 festival yang akan menjadi rangkaian dari kegiatan Bfest.

  • Festival Kuliner Sego Cawuk
(Foto : banyuwangibagus.com)
(Foto : banyuwangibagus.com)

Untuk kesekian kalinya, pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar festival kuliner lokal yang bersifat akbar.

Festival kuliner kali ini bertema Sego Cawuk dan akan dilaksanakan pada tanggal 9 April mendatang di kawasan Taman Blambangan.

Sego cawuk adalah makanan khas Banyuwangi  yang biasanya disajikan dengan bungkus daun pisang dan terdiri dari nasi putih, kuah kelapa muda yang diparut, pepes ikan laut, telur pindang, dan jagung bakar yang diserut.

Konsep dari acara ini adalah pameran kuliner serta perlombaan memasak sego cawuk yang diikuti oleh masyarakat umum.

Selain lomba masak, akan digelar juga semacam food court yang menjual masakan-masakah khas Banyuwangi seperti klepon, pecel pithik, rujak soto, cenil, dan gethuk pisang.

Perlombaan memasak sego cawuk ini akan diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat seperti para penjual sego cawuk, pegawai kantoran, orang organisasi, atapun pekerja hotel.

Sebelum festival, peserta akan menyaksikan demo masak sego cawuk oleh chef Aiko yang diundang sebagai tamu kehormatan. Selain pameran kuliner dan lomba masak, di festival ini juga akan menghadirkan tari-tari kreasi seniman lokal Banyuwangi.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi rutin menggelar festival kuliner tahunan ini dengan tujuan bertujuan memberi merk yang baik bagi kuliner-kuliner khas daerah Banyuwangi. Harapannya agar  kuliner Banyuwangi tidak hanya dikenal di masyarakat pedesaan, tapi juga naik kelas hingga dikenal wisatawan, baik nasional maupun internasional.

  • Banyuwangi Art Week
(Foto : Benzano.com)
(Foto : Benzano.com)

Banyuwangi Art Week adalah sebuah festival yang menampilkan produk-produk unggulan kerajinan khas Banyuwangi, seperti batik, ornamen bambu, dan berbagai macam produk tangan lainnya. Ditampilkan juga beragam produk seni kerajinan berbahan dasar logam yang akan ditampilkan seperti pisau, keris dari logam, aksesoris, hingga kaligrafi karya UMKM lokal.

Banyuwangi Art Week juga akan menyajikan jajanan dan panganan khas Banyuwangi, seperti kue bolu, stik ikan, dodol buah-buahan, keripik, dan kopi. Selain pameran kerajinan, di arena Banyuwangi Art Week juga akan disediakan panggung apresiasi untuk atraksi beragam seni dan budaya selama berlangsungnya pameran.

Di malam hari akan ada fashion on the street yang menampilkan fashion show produk-produk fashion buatan UMKM seperti batik khas Banyuwangi dan baju-baju modern yang diperagakan model-model lokal.

Festival ini akan digelar pada 28 Maret sampai 3 April 2015, di sepanjang jalan Pangeran Diponegoro, di depan Gesibu Blambangan, mulai pukul 09.00 – 21.00 wib. Tujuan dari festival ini adalah untuk mendongkrak ekonomi  kreatif serta menumbuhkan rasa cinta masyarakat Banyuwangi terhadap budaya lokal.

  • Banyuwangi International BMX Competition
(Foto : banyuwangibagus.com)
(Foto : banyuwangibagus.com)

Kabupaten Banyuwangi menggelar International BMX Competition 2016 pada 2-3 April 2016 di sirkuit BMX Muncar. Rencananya, ajang adu keterampilan bersepeda akan diikuti oleh 10 negara. Ini bukan event olahraga biasa, namun merupakan event internasional karena resmi masuk kalender Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste Internationale) kategori C.

Banyuwangi International BMX merupakan hasil kerjasama PBISSI (Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia) dengan pemerintah daerah Kabupaten Banyuwangi dalam rangka menjaring bibit – bibit pembalap baru, serta mengantarkan pembalap Indonesia menuju kancah International.

Kejuaraan ini dibagi dalam tiga kategori (lokal provinsi, nasional, dan internasional) yang terdiri dari 14 kelas. Tiga kategori tersebut mempertandingkan kelompok challenge putra-putri, junior putra-putri, dan elite putra-putri.

  • Banyuwangi Agro Expo
(Foto : adventurewisata.blogspot.co.id)
(Foto : adventurewisata.blogspot.co.id)

Agro Expo adalah pameran hasil pertanian dan perkebunan Banyuwangi yang akan diadakan pada tanggal 9-13 April di sepanjang Jalan Diponegoro Banyuwangi.  Event pameran ini akan berisi 24 stand dari berbagai elemen agrikultura Banyuwangi.

Banyak komoditas unggulan tanaman pangan Banyuwangi yang akan ditampilkan seperti beras organik, agensi hayati, serta jagung, kedelai dan ubi kayu.

Komoditas andalan kehutanan dan perkebunan seperti kayu, madu, kopi, gula dan tembakau juga turut ditampilkan dalam momen tahunan tersebut.

Berbagai teknologi terbaru dalam pertanian serta pengolahan pasca panen juga turut ditampilkan guna memberikan informasi kepada masyarakat mengenai upaya percepatan terwujudnya kedaulatan pangan nasional yang senantiasa didengungkan pemerintah selama ini.

Momen ini diharapkan dapat membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi masyarakat Banyuwangi dalam mengakses produk pertanian bermutu dengan harga terjangkau serta menjadi media dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi dan mencintai produk pertanian lokal.