Mengunjungi Pasar Terapung di Kota Seribu Sungai

0
2847
Pasar Terapung Muara Kuin (Foto : indonesia.travel)

Bello.id – Indonesia di setiap kotanya mempunyai keunikan tersendiri. Salah satunya adalah keberadaan pasar terapung.

Pernah mendengar tentang pasar terapung ini? Ini adalah sebuah pasar dimana transaksi dilakukan di atas sungai.

Para pedagang menjajakan dagangannya menggunakan perahu. Begitu pula bagi yang membeli juga menggunakan perahu untuk sampai ke tempat penjual.

Unik ya? Nah, keberadaan  pasar ini memang semakin jarang, karena adat budaya yang semakin kearah “darat”.

Sedangkan, keberadaan pasar seperti ini biasanya ada di daerah-daerah yang banyak mempunyai aliran sungai serta kehidupan nelayan yang aktif.

Namun, jangan salah. Di Provinsi Kalimantan Selatan ini, beberapa pasar terapung menjadi objek pariwisata kebanggaan kota mereka.

Dimana saja?

Kota Banjarmasin

(Foto : indonesia.travel)
(Foto : indonesia.travel)

Kota yang terkenal sebagai kota seribu sungai ini mempunyai 2 pasar terapung yang berpusat di Sungai Barito, yaitu pasar terapung Muara Kuin dan muka masjid raya atau “Siring” Tendean.

Dua lokasi tersebut memang menjadi andalan Kota Banjarmasin, namun keberadaan pasar apung di Banjarmasin tidak hanya di lokasi tersebut. Di sub aliran Sungai Barito juga masih banyak terdapat pasar apung, walau tidak dalam jumlah yang besar.

Keberadaan pasar terapung di Banjarmasin memang sudah mendunia, jadi sayang sekali kalau kamu melewatkan lokasi-lokasi ini bila kamu berkunjung ke Banjarmasin.

Eh, tapi jangan sampai kesiangan ya karena pasar ini hanya ada pada pukul 06.30 sampai 08.00 WITA setiap hari. Kalau sudah melewati jam tersebut, maka sudah tidak ada lagi.

Khusus untuk pasar terapung Siring, jam dimulainya lebih lambat yaitu sekitar pukul pukul 07.00 Wita hingga menjelang siang di Minggu pagi.

Kabupaten Banjar

Pasar Terapung Lok Baintan (Foto : fullsrg.blogspot.com)
Pasar Terapung Lok Baintan (Foto : fullsrg.blogspot.com)

Di Banjar, terdapat sebuah pasar apung tradisional yang terletak di Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar sekitar 30 menit dari pusat Kota Banjarmasin mengunakan jalur darat atau 45 menit mengunakan jalur sungai yang diberi nama pasar apung Lok Baintan.

Pasar ini adalah salah satu pasar apung tradisional yang masih bertahan sehingga pedagang dan pembeli masih melakukan aktivitas perdagangannya menggunakan perahu-perahu kecil.

Turis yang datang bisa menyewa perahu kecil untuk berkeliling pasar. Kamu bisa berkeliling menggunakan perahu yang kamu sewa sambal berbelanja.

Pasar terapung Lok Baintan ini hanya ada di pagi hari saja, mulai selepas subuh sampai jam 9 pagi serta Puncak Keramaiannya terjadi pukul 7 – 8 pagi.

Pasar Terapung Lok Baintan sudah berlangsung sejak abad 18 di sepanjang pesisir aliran Sungai Martapura. Rata-rata para pedagang berasal dari kampung sekitar diantaranya seperti Sungai Lenge, Sungai Bakung, Sungai Paku Alam, Sungai Saka Bunut, Sungai Madang, Sungai Tanifah, dan Sungai Lok Baintan.

Para pedagang di Lok Baintan berasal dari beberapa kampung yang tersebar tak jauh dari anak sungai martapura seperti kampung dari Sungai Paku Alam, Sungai Lenge, Sungai Saka Bunut, Sungai Madang dll.

Pedagangnya didominasi perempuan dengan memakai tutup kepala yang lebar atau tanggui. Para pedagang bisa menjual dagangan mereka secara grosir atau eceran, di Pasar Terapung ini masih berlaku sistem barter, besaran dan keberimbangan jumlah hasil barter tergantung kesepakatan antar kedua belah pihak.