5 Alasan Kenapa Kamu Selalu Kangen Liburan ke Jogja

0
2072
Suasana malam hari di Yogyakarta (Foto : indonesia.travel)

Bello.id – Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta terserah kamu menyebutnya dengan sebutan apa.

Daerah istimewa ini tempat tersendiri di hati para traveler. Setuju?

Apa sih bikin Jogja begitu istimewa hingga bisa menjadi destinasi favorit wisata di Indonesia?

1. Murah, murah, murah!

Di kota ini, kamu nggak perlu keluar uang banyak. Semuanya dijamin murah!

Pertama, masalah transportasi. Selain menggunakan pesawat, dan kendaraan pribadi, kamu juga bisa menggunakan kereta api baik kelas eksekutif, bisnis maupun ekonomi dengan harga yang mudah dijangkau.

Harga hotel dan penginapan di Jogja terjangkau karena banyaknya jumlah hotel dan penginapan, terutama di daerah kota.

Rata-rata harga hotel dan wisma di sekitar Jogja berkisar antara Rp. 175.000,-an per malam.

Sementara untuk transportasi di dalam kota, kamu bisa menaiki becak dan dokar atau delman (kereta berkuda) busway (Trans Jogja) berwarna hijau dengan harga berkisar Rp 5.000 – Rp. 10.000.

Nah, apabila mau berpergian ke objek-objek wisata seperti Kabupaten Bantul, Kulonprogo, dan Gunung Kidul atau tempat lainnya di Kabupaten Sleman, kamu bisa naik bus atau menyewa mobil dengan harga rata-rata Rp. 400.000,- selama 8 jam/hari. Cukup terjangkau bukan?

2. Kultur budaya Jawa yang kental

Kalau kamu pernah ke Jogja, kamu pasti setuju kalau Jogja itu bukan kota yang megah, tetapi indah dan istimewa.

Istimewa karena kesederhaan terpancar dari setiap sudut kota. Mulai dari desain arsitektur bangunan-bangunannya, perilaku dan penampilan warganya, semuanya melambangkan kesederhanaan yang nyata.

Salah satu alasan mengapa ini terjadi adalah kultur budaya Jawa yang kental di Jogja. Dengan falsafah madyanya, masyarakat Jogja menjadi masyarakat yang ramah, sopan, dan halus dalam bertutur kata dan bersikap.

Falsafah madya lahir dari etika moral orang Jawa yang tidak ingin disanjung-sanjung. Mereka lebih suka hidup samadya, artinya hidup dalam ukuran cukup, nrimo, nggak ngoyo.

Kesadaran warganya untuk beramah tamah, menghormati tata krama, dan sederhana dalam bersikap dan berpenampilan ini sangat sulit ditemui di kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Inilah yang membuat kesederhanaan dalam kultur budaya Jawa di Yogya menjadi begitu istimewa.

3. Objek pariwisata yang bervariasi dan seru

Mau melihat deretan pepohonan hijau yang menyejukkan mata? Kamu harus datang ke desa Kalibiru dan melakukan trekking di kawasan hutan wisatanya. Indah dan menyegarkan.

Kalau kamu ingin melihat keindahan perut bumi, kamu harus datang ke Goa Pindul, Gunung Kidul atau daerah Kalisuci untuk melakukan cave tubing (menyusuri goa dengan ban).

Kegiatan ini menjadi tambah menyenangkan karena bisa dilakukan bersama-sama keluarga tercinta.

Banyak juga variasi kegiatan yang bisa kita lakukan di Jogja, seperti berburu matahari terbit di Puncak Suroloyo, Pegunungan Menoreh.

Suka wisata adrenalin? Memanjat tebing-tebing curam yang mengelilingi Pantai Siung bisa menjadi pilihan. Kamu juga bisa merasakan sensasi sandboarding di gumuk pasir Pantai Parangkusumo.

Eits, nggak cuma objek pariwisata alam yang ada di Jogja. Kamu juga bisa menikmati wisata kultur-budaya dengan mengunjugi keraton Yogyakarta dan candi-candi yang bertebaran di wilayah Jogja.

Pokoknya banyak objek-objek wisata di Jogja yang seru, bervariasi, dan unik yang harus kamu coba.

4. Surganya makanan murah dan enak

Jogja punya berbagai macam makanan khas yang enak dan bisa didapatkan dengan murah. Kalau kamu ke Jogja kamu harus banget nyobain gudeg Jogja yang terkenal itu.

Gudheg merupakan makanan khas Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Semua makanan yang dimasak menggunakan metode ini bercita rasa manis dan gurih.

Ada juga oseng-oseng mercon yang pedas. Oseng-oseng ini terdiri dari tumis tetelan daging sapi, kikil, gajih, kulit, dan tulang muda yang dioseng-oseng dengan cabai rawit, hingga menimbulkan aroma kuat.

Semua makanan ini bisa kamu dapatkan di Jogja dalam berbagai tempat dan harga. Kamu bisa mendapatkannya dari restoran sampai angkringan. Mulai dari harga Rp5000an- Rp50.000-an.

Namun, kalau kamu ingin lebih mendalami kesederhanaan dan kenikmatan suasana khas Jogja, cobalah memakan makanan ini di angkringan-angkringan yang ada di alun-alun jalan Jogja, sambil berbincang santai dengan teman. Nyaman, seru, dan Jogja banget.

5. Jogja membuat kamu menyadari bahwa bahagia itu sederhana

Di Jogja, bukan penampilan yang membuat orang menghormatimu. Bukan baju mahal, dandanan heboh, tas bermerek, apalagi mobil mewah dan rumah besar.

Perilakumu yang santun akan jauh lebih berkarisma dibandingkan benda-benda yang kamu punya.

Acara-acara sosial pun dikemas dalam kesederhanaan. Banyak yang digelar di rumah makan yang menawarkan ruangan mereka secara cuma-cuma.

Ada pula anggota komunitas yang dengan suka rela membantumu mengadakan acara di rumahnya.

Hidangan yang ditawarkan pun “biasa saja”, hanya gorengan dan teh hangat yang disajikan dengan baki plastik di atas lantai. Yang penting, semua orang bisa bersantai.

Jika ada peribahasa populer yang bilang bahwa bahagia itu sederhana… Jogja adalah buktinya.