Pantai Tanjung Kelayang di Belitung Ditetapkan Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata

0
1702
Pantai Tanjung Kelayang di Belitung (Bello.id/Nisa)

Bello.id – Pemerintah menetapkan Pantai Tanjung Kelayang di Pulau Belitung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Penetapan ini akan dilakukan pada 9 Maret 2016 bertepatan dengan peristiwa Gerhana Matahari Total (GMT) yang terjadi di 12 provinsi di Indonesia, termasuk di Pulau Belitung.

Mengutip definisi menurut Asosiasi Kawasan Pariwisata Indonesia (AKPI), KEK Pariwisata merupakan sebuah kawasan industri pariwisata yang terintegrasi dan lengkap fasilitasnya.

KEK sekurang–kurangnya harus terdiri dari 6 jenis usaha pariwisata, yaitu jasa makanan dan minuman; daya tarik wisata alam, budaya, dan buatan; penyediaan akomodasi; penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi; penyelenggaraan pertemuan, perjalanan, insentif, konferensi dan pameran; serta spa.

Contoh nyata dari penerapan KEK adalah Nusa Dua, Bali.

Di Nusa Dua Bali komposisi jalan, boulevard, landscape alam, dan hotel diatur dan ditata dalam satu kawasan terintegrasi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan bahwa tujuan dari penetapan KEK adalah untuk memastikan ada kerja sama yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun potensi pariwisata di suatu daerah.

“Kerja sama ini utamanya untuk membangun connectivity, dan itu sudah ditunjukkan dengan memperluas dan memperpanjang Bandar Udara HAS Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, untuk dikembangkan menjadi bandara internasional. Nantinya juga akan ada akses dermaga atau marina di pantai, untuk lalu lintas laut,” ujarnya.

KEK Pariwisata bertujuan untuk mendorong perekonomian suatu daerah melalui pariwisata, oleh karena itu banyak sekali insentif ekonomi yang akan diberikan pemerintah untuk para investor yang mau menanam modal di KEK.

Contohnya adalah masalah kepabeanan, perpajakan dan cukai. Untuk total nilai investasi sebesar lebih dari Rp 1 Triliun, ada pengurangan Pph selama 10 sampai dengan 25 tahun, sebesar 20% sampai 100%.

Sedangkan untuk total nilai investasi kurang dari Rp 500 M sampai Rp 1 T, ada pengurangan Pph selama 5-15 tahun, sebesar 20% – 100%. Lalu, barang dan bahan untuk diolah, barang yang diperuntukkan selama produksi, dan barang modal, tidak dipungut biaya PPn dan PPNBM.

Selain itu pemerintah juga akan memberikan kemudahan dalam hal lalu lintas barang, ketenaga kerjaan, keimigrasian, pertanahan, perizinan dan non perizinan.

Diharapkan dengan adanya insentif dan kerja sama yang terintegrasi ini maka wilayah yang dijadikan KEK Pariwisata akan memiliki akses ke pasar global dan punya daya saing ekonomi yang kuat.

Pantai Tanjung Kelayang merupakan lokasi pariwisata yang memiliki pasir putih dan air laut yang jernih, sehingga pengunjung bisa menikmati keindahan pemadangan di dasar pantai.

Pantai ini juga memiliki susunan bebatuan granit yang unik.

Penetapan Tanjung Kelayang sebagai KEK juga tidak lepas dari visi besar pemerintah yang ingin menjadikan sektor pariwisata Indonesia berada di rangking 30 dunia.

KEK Pariwisata juga merupakan upaya pemerintah untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai penghasil devisa utama menggantikan posisi sektor minyak dan gas bumi, batubara, dan kelapa sawit yang cenderung mengalami penurunan.