Labuan Bajo, Pintu Melihat Eksotisme Pulau Komodo

0
1339
Labuan Bajo (Bello.id/Aria Sankhyaadi)

Bello.id – Siapa yang tidak mengenal Pulau Komodo? Popularitasnya yang kian meningkat belakangan ini membuat banyak traveler penasaran dengan keseruan apa yang ditawarkan oleh pulau yang dihuni oleh reptil purba ini.

Untuk mencapai taman nasional ini, kamu harus terlebih dahulu tiba di Labuan Bajo, karena satu-satunya akses menuju Komodo hanya tersedia di ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur ini.

Sebagai satu-satunya pintu gerbang menuju Taman Nasional Komodo, fasilitas wisata di Labuan Bajo pun ikut berkembang. Berbagai fasilitas wisata kini dengan mudah dapat traveler temukan begitu tiba di sana.

Jika dulu akses menuju Labuan Bajo hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki dan memakan waktu tiga sampai tujuh hari, kini Labuan Bajo dapat ditempuh selama sekitar 90 menit saja dengan jalur udara, atau 36 jam melalui jalur laut dari Pulau Bali.

Selain itu, jika dulu perjalanan ke Labuan Bajo hanya untuk tujuan mengunjungi sanak saudara, kini berbagai agen perjalanan, operator selam, perahu motor, hingga liveaboards siap mengantar kamu menjelajah keindahan pulau-pulau di kawasan Taman Nasional Komodo.

Meski banyak agen-agen perjalanan yang menawarkan wisata ke pulau-pulau sekitar, bukan berarti di Labuan Bajo sendiri tak ada keindahan yang patut dijelajahi.

Lanskap pulau yang sedikit berbukit dan pulau-pulau sekitar yang bagai bertebaran di sekeliling Labuan Bajo, menciptakan keindahan unik tersendiri yang sayang jika dilewatkan.

Keindahan ini dapat dibuktikan dari munculnya berbagai hotel berbintang yang berlomba-lomba menonjolkan keindahan alam Labuan Bajo sebagai daya tarik hotelnya.

Pantai Wae Cicu di kawasan utara dan Pantai Pade di kawasan selatan merupakan dua tempat subur bagi pertumbuhan hotel-hotel berbintang. Di antara hotel-hotel tersebut bahkan ada yang mengenakan tarif dolar untuk biaya menginapnya.

Tak hanya di kawasan Pantai, jika kamu bergerak sedikit ke dalam, yaitu di sekitar bukit-bukit yang membentuk lanskap Labuan Bajo, juga terdapat beberapa hotel-hotel berbintang yang tak kalah indahnya.

Bagi kamu yang berwisata dengan gaya backpacker, tak perlu khawatir tak dapat menemukan penginapan-penginapan dengan harga bersahabat, karena di Labuan Bajo pun terdapat beberapa penginapan dengan kisaran harga Rp100 ribu hingga Rp300 ribu.

Selain panorama alam yang indah, masyarakat yang mendiami Labuan Bajo pun ramah, sehingga bercengkrama atau sekadar saling melempar senyum dengan penduduk sekitar pun dapat menjadi hal yang akan membuat travelers nyaman bermalam di Labuan Bajo.

Labuan Bajo dihuni oleh tiga suku mayoritas, yang terdiri dari suku Manggarai, Bima dan Bugis. Selain tiga suku tersebut, ada pula etnis Tionghoa, Ngada, Ende, Maumere serta suku-suku lain dari daerah-daerah sekitar Flores.

Keramahan penduduk Labuan Bajo tersebut menjadi salah satu hal yang dapat menjamin keamanan traveler selama berlibur. Berbicara tentang tingkat keamanan, sejauh ini belum ada laporan-laporan kejahatan khas perkotaan.

Hal ini bisa jadi juga disebabkan oleh faktor geografis Labuan Bajo yang tergolong pulau terpencil, sehingga siapapun yang hendak bertindak kriminal takkan mampu lari jauh. Selain aman, Labuan Bajo pun kini telah melengkapi diri dengan dibangunnya Rumah Sakit Siloam yang rencananya siap melayani mulai awal 2016 mendatang.

Untuk urusan kuliner, selain cafe dan restoran mewah, terdapat juga kuliner kaki lima yang tak kalah enaknya dan bersahabat dengan dompet. Singgahilah Kampung Ujung, di mana travelers dapat puas menjelajah kelezatan kuliner laut khas Labuan Bajo dengan sekitar 35 warung makan yang tersedia di daerah ini.

Labuan Bajo terus menata dirinya seiring dengan meningkatnya kunjungan pariwisata Taman Nasional Komodo.

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo liburan ke Pulau Komodo!

Baca Juga

Mengunjungi si Tuan Rumah Pulau Komodo

Terkesima Kecantikan Pulau Kanawa di Flores

Gili Padar, Daya Tarik Wisata di Flores