3 Fakta Unik Tentang Komodo

0
813
Komodo (Gudkov Andrey/Shuterstock)

Bello.id – Pernah nonton Film Jurassic Park? Film tersebut menceritakan tentang ilmuwan dunia yang berhasil menghidupkan kembali dinosaurus dari DNA yang terperangkap pada fosil nyamuk.

Dinasaurus tersebut kemudian dikembangkan dan dijadikan kebun binatang. Film ini memperoleh banyak penghargaan ini, dan sangat terkenal di dunia.

Oke, itu hanya sebuah film. Tapi tahukah kamu, jika di Indonesia terdapat sebuah Taman Nasional yang mirip dengan Jurassic Park?

Bukan karena dinosaurusnya, tetapi karena Taman Nasional Komodo ini melindungi hewan reptil raksasa yang menurut para ahli merupakan hewan yang telah hidup lebih dari 40 juta tahun lalu!

Yap, hewan itu adalah komodo. Komodo hidup di beberapa pulau di Taman Nasional Komodo. Komodo dilindungi pemerintah, karena itu kelestariannya selalu dijaga.

Berikut ini tiga fakta tentang komodo yang berhasil diungkap oleh para ilmuwan. Yuk simak!

  1. Gigitannya yang beracun

Komodo memang diciptakan sebagai hewan pemburu. Tak heran, komodo memiliki gigi-gigi yang tajam. Namun, kamu perlu berhati-hati karena yang paling berbahaya dari gigitan komodo adalah air liurnya.

Penelitian membuktikan jika dalam air liur komodo terdapat 50 jenis bakteri berbahaya. Apalagi, hampir semua dari bakteri tersebut bersifat patogenik, yaitu bakteri yang dapat menginfeksi makhluk hidup lain. Efeknya akan timbul saat bakteri tersebut telah bercampur dalam aliran darah.

Penelitian lain meyebutkan bahwa bakteri-bakteri tersebut dapat hidup subur karena kesehatan gigi komodo yang buruk. Makhluk hidup lain yang digigit komodo akan mengalami rasa lemas hingga akhirnya mati.

  1. Lidahnya digunakan untuk berburu

Walaupun memiliki panca indera yang lengkap, komodo tetap menggunakan lidahnya untuk berburu.

Hal tersebut dikarenakan bentuk lidahnya yang bercabang seperti ular, sehingga komodo memiliki kemampuan untuk mendeteksi lingkungan sekitar.

Dengan bantuan angin, lidah komodo mampu mencium, mendeteksi rasa, bahkan menentukan lokasi keberadaan bangkai atau hewan buruan pada jarak 4–9.5 km.

  1. Kemampuan berkembang biak tanpa kawin

Komodo mampu berkembang biak secara aseksual atau tanpa melakukan perkawinan.

Fakta tersebut berhasil terungkap setelah sebuah percobaan terhadap komodo betina yang ditangkarkan di kebun binatang Chester di kota London mendapatkan bahwa komodo tersebut mengeluarkan 11 telur. Tujuh di antaranya berhasil menetas meskipun telah dipisahkan dengan komodo jantan selama 2 tahun.

Oleh karena itu, komodo kemudian dikenal sebagai hewan Partenogenesis, atau hewan yang pertumbuhan dan perkembangan embrionya dapat terjadi tanpa dibuahi oleh pejantan.

Bagaimana, kamu tertarik untuk melihat komodo langsung di habitat aslinya?

LEAVE A REPLY